10 Things You Haven’t Done and Should Do in Malang

 

  1. 1. Mengelilingi landmark Alun-alun Tugu dan Toko Oen

Alun-alun Tugu, sebuah alun-alun yang dibangun pada zaman kolonial Belanda. Dulunya, Alun-alun Tugu ini adalah Taman Gubernur Jendral Hindia Belanda JP. Zoen Coen. Alun-alun ini berbentuk lingkaran sehingga sering juga disebut dengan Alun-alun Bundar. Alun-alun Tugu terletak di jalan Tugu, dimana dilingkari oleh 5 jalan utama, yaitu jalan Kahuripan, Suropati, Kertanegara, Gajahmada dan Mojopahit.

Alun-alun Tugu dikelilingi oleh taman bunga yang sangat indah serta beberapa pohon Trembesi. Tepat di tengah-tengah, terdapat tugu yang dikelilingi oleh kolam ikan dengan banyak bunga teratai. Pepohonan tinggi, gemericik air mancur dan bunga-bunga yang segar, menjadikan tempat ini tidak pernah ramai baik pagi, siang maupun malam. Anda harus mencoba menghirup udara segar sambil berolah raga di pagi hari. Atau menikmati lampu warna-warni yang makin menambah kecantikan Alun-alun Tugu di malam hari, mungkin bersama teman, sahabat atau pasangan. Ada banyak bangku taman yang dapat digunakan berdua atau beramai-ramai sambil menikmati rujak manis atau tahu petis.

Setelah bersantai di landmark Alun-alun Tugu, Anda bisa bersantai dan mencicipi hidangan lawas di Toko Oen, yang terletak di jalan Basuki Rahmat, di depan gereja. Resto steak dan ice cream ini dikisahkan sebagai restoran warisan zaman Belanda, yang dulunya jadi favorit noni-noni Belanda. Toko Oen buka setiap hari sejak pukul 09.00 hingga 22.00 WIB. Bangunan Toko Oen memang tampak jadul dengan arsitektur klasik gaya Belanda. Menunya pun masih ditulis dengan Bahasa Belanda yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Anda harus mencoba ice cream dengan resep dan penyajian gaya klasik di sini.

  1.  2. Sunday Morning Car Free Day – Sunday Market

Warga Malang terkenal sebagai masyarakat yang sangat suka berkumpul, jalan-jalan, belanja dan makan. Untuk menampung hobi-hobi tersebut, pemerintah kota Malang memfasilitasinya dengan mengadakan Sunday morning car free day di jalan Ijen dan Sunday Market di pelataran lapangan Gajayana.

Sunday Morning Car Free Day dibuka setiap hari Minggu, dari jam 05:00 hingga jam 11:00 WIB. Anda dapat membawa serta keluarga besar dan hewan kesayangan untuk diajak jalan-jalan. Di sepanjang jalan Ijen yang luas, anda dapat berjalan pagi dan berolah raga dengan nyaman, bahkan dapat pula bersepeda. Ada pula panggung besar di depan gedung perpustakaan kota, dimana akan ada instruktur senam yang akan memandu Anda berolah raga. Jajanan dan makanan ringan tersebar di pinggir-pinggir jalan agar Anda dan keluarga tidak kelaparan.

 

Sedangkan di Sunday Market, anda dapat menemukan berbagai hal untuk dibeli. Mulai dari perkakas rumah, pakaian, sepatu, benda-benda yang berhubungan dengan hobi, dan tentu saja makanan. Harga-harga yang ditawarkan tentu terjangkau. Jika beruntung, anda dapat memperoleh batang dengan harga sangat miring namun kualitas tetap terjamin.

 

  1.  3. Mengelilingi Warisan Pusaka Kerajaan di Singosari

Kerajaan Singasari adalah sebuah kerajaan Hindu-Buddha yang berada di Jawa Timur dan diperkirakan berada di Malang karena bukti situs bersejarahnya tersebar di sana. Singasari identik dengan kisah cinta Ken Arok dan Ken Dedes yang mungkin hampir mirip dengan kisah sinetron yang dipenuhi ambisi, politik, cinta, perselingkuhan dan balas dendam.

Berkunjung ke Malang tidak lengkap jika tidak menyambangi situs-situs bersejarah.

 Yang pertama adalah Candi Kidal terletak di desa Rejokidal, kecamatan Tumpang. Konon candi ini merupakan tempat persemayaman Anusapati, putra dari Tunggul Ametung dan Ken Dedes yang menjadi raja Singosari setelah membunuh ayah tirinya, Ken Arok. Anusapati tewas di tangan Tohjaya, anak dari Ken Arok dan salah satu selirnya. Makam ini terletak cukup jauh dari Singasari, sehingga beberapa orang menafsirkannya sebagai usaha mengasingkan Anusapati dari sejarah Ken Arok.

 

Kemudian ada Candi Jago yang merupakan tempat makam Wisnuwardhana, anak Anusapati yang berhasil membalas dendam kematian ayahnya dengan membunuh Tohjaya. Candi ini terletak di kecamatan Tumpang dan memiliki arsitektur yang unik, yakni penyusunan candi yang seperti teras punden berundak-undak.

 Candi Singosari merupakan tempat pendharmaan – makam Raja Singasari terakhir, yaitu Sang Kertanegara. Candi Singosari terletak di desa Candirenggo kecamatan Singosari yang letaknya berada di lembah antara Pegunungan Tengger dan Gunung Arjuna.

Tak jauh dari Candi Singosari bisa melipir ke Candi Sumberawan yang terletak di kaki Gunung Arjuna dengan suguhan pemandangan indah area sawah perbukitan sepanjang jalan menuju candi. Candi Sumberawan merupakan candi yang diperkirakan dibangun di era Majapahit. Candi ini terletak di tepi rawa yang memiliki mata air yang selalu mengalir sepanjang tahun. Konon, Candi Sumberawan ini dibangun sebagai bentuk penghormatan kepada Raja Hayam Wuruk dari Kerajaan Majapahit. Tempat ini sangat cocok untuk dijadikan tempat meditasi oleh karena suasanya yang teduh dan tenang.

 

  1.  4. Mengelilingi Kulinar Malam di Pulosari

Jalan Pulosari dulunya merupakan sederetan dari kios-kios kaki lima yang menyediakan aneka macam masakan, mulai dari bakso, nasi goreng, ayam goreng, hingga jagung bakar. Rata-rata kios di tempat ini buka pada saat sore menjelang malam hari. Tempat ini sangat digemari masyarakat Malang, terutama kawula muda yang didominasi oleh siswa dan mahasiswa. Selain karena rasanya yang enak, Pulosari juga digemari karena harganya yang murah serta suasana yang menyenangkan untuk sekadar berkumpul, kencan atau merayakan sesuatu.

Dan sekarang telah banyak tempat kuliner baru yang menyajikan sajian yang lebih beragam di jalan Pulosari, yang menjadikan wilayah ini semakai ramai dikunjungi. Namun tetap yang menjadi sajian khas di Pulosari adalah roti bakar dan jagung bakar.

  1. 5.  Touring Adventure di Sekitar Bromo dan Semeru Melalui Tumpang

Banyak jalan menuju Bromo. Bisa lewat Nongkojajar tapi lebih menakjubkan jika lewat Tumpang - Ngadas. Jalur ini juga sejalur dengan arah menuju gunung Semeru, dan dikenal sebagai rute yang sangat indah dan worth it untuk dilalui dengan bersusah payah. Kenapa bersusah payah? Karena jalan yang akan dilalui tidak seberapa lebar, cukup terjal dan berliku, seperti hidup. Oleh karena itu dibutuhkan fisik dan peralatan transportasi yang prima dan tim yang solid. Bisa saja sewaktu-waktu motor yang dikendarai oleng atau bocor ban setelah terkena batu yang tajam.

Daerah pertama yang dilewati adalah Desa Gubuklakah. Di desa ini anda dapat menikmati hamparan hijau yang luas, sawah maupun padang rumput yang tentunya menyejukkan mata. Cobalah untuk berhenti sejenak dan istirahat sambil menghirup udara sejuk dan suasana nyaman di desa ini.

Melanjutkan perjalanan, anda akan sampai di rest area Poncokusumo. Di sini anda akan dimanjakan dengan perkebunan apel yang luas. Udara semakin sejuk bahkan cenderung dingin meskipun sinar matahari masih terik di siang hari.

Selanjutnya anda bisa mampir sejenak di Coban Pelangi untuk dan mandi di bawah air terjun. Setelah melewati Coban Pelangi, anda akan mulai merasakan perjalanan yang cukup ekstrim berupa tikungan dan tanjakan. Dengan lebar jalan yang hanya 3-4 meter, perlu kehati-hatian saat melewati tikungan parabolik dengan kemiringan 30-45 derajat dan sudut tikungan yang nyaris 360 derajat. Setelah tikungan dan tanjakan tersebut, anda akan melewati jalanan bersemen yang sudah tidak mulus lagi. Setelah Jemplang, jalan mulai beraspal namun tetap menanjak.

Kemampuan mengendarai motor diuji di sini. Karena untuk sampai di Bromo, anda harus melewati jalan berbatu dan juga padang pasir yang dapat membuat anda tergelincir sewaktu-waktu. Namun pemandangan indah yang akan kita dapatkan dan dokumentasikan setara dengan pengorbanan dan kesusahan ini. Tetapi jika anda ragu-ragu, sebaiknya sewalah jeep demi keamanan dan kenyamanan.

 

  1. 6.  Tracking dan Naik Perahu Klotok di Pulau Sempu

Pulau Sempu adalah sebuah pulau di Malang Selatan yang terletak di seberang pantai Sendang Biru. Yang terkenal dari pulau Sempu adalah pantai Segara Anakan yang terletak di tengah-tengah pulau.

Untuk mencapai ke sana, pertama anda harus menyewa perahu klotok dari pantai Sendang Biru. Jangan lupa menanyakan nomor telepon nelayan pemilik perahu untuk mengoordinasikan jam pulang. Sesampainya di pantai pulau Sempu, anda harus berjalan di antara hutan yang lebat dan menakjubkan. Jalan yang dilalui tentu saja tanah yang berlumpur jika musim hujan. Maka lebih baik berkunjunglah ke Sempu di musim kemarau.

Perjalanan menyusuri hutan Sempu memakan waktu sekitar 1 jam. Maka barulah anda dapat bersantai dan di pantai Segara Anakan pulau Sempu.

 

 

  1. 7.  Kuliner di Batu (Payung dan Alun-alun)

Tidak hanya di Bogor yang memiliki daerah indah yang disebut Puncak. Malang-Batu juga memiliki daerah yang disebut Payung. Payung terletak di jalan Pujon, merupakan sebuah obyek wisata kuliner yang cukup terkenal. Payung terletak di jalur utama Batu-Jombang di kanan jalan arah Batu-Jombang. Lokasi ini sangat strategis sebagai tempat melepas lelah sambil menikmati pemandangan kota Malang dari atas, disertai dengan udara yang sejuk dan menyegarkan. Pemandangan ini akan semakin menarik di sore dan malam hari dengan gemerlap lampu bangunan dan jalan yang semakin menambah keindahannya.

 

Anda juga dapat memesan berbagai makanan di kedai-kedai sepanjang Payung. Tentu saja, yang menjadi favorit adalah susu milik KUD Batu yang dijamin lezat dan segar, serta jagung bakar dengan rasa yang beragam.

 Setelah puas menikmati Payung, silakan melanjutkan perjalanan ke Alun-alun kota Batu. Alun-alun kota Batu ini sengaja di desain sedemikian rupa sebagai sarana rekreasi, edukasi dan olahraga bagi masyarakat kota Batu dan para wisatawan. Alun-alun ini menjadi satu-satunya alun-alun di Indonesia yang memiliki bianglala.

 Di tengah-tengahnya, terdapat patung apel yang menjadi ikon kota ini. Sedangkan di sekitarnya, terdapat berbagai pedagang makanan serta kedai produk susu serta yoghurt yang segar. Di malam hari, anda dapat menemukan tenda-tenda yang menjual aneka ragam makanan. Dan di hari minggu pagi, alun-alun ini juga ramai oleh kegiatan pasar minggu yang menyajikan aneka makanan serta barang-barang dengan harga murah.

 

  1. 8.  Rafting dan Paralayang di Batu/Tumpang/Pekalen

Bagi anda pecinta olah raga ekstrim, rafting dapat dicoba sebagai salah satu pilihan. Rafting Kasembon adalah salah satu tempat rafting andalan di kota Malang. Lokasi Kasembon Rafting dikelilingi oleh pegunungan dan bukit, serta pemandangan alami persawahan di sisinya. Arus sungai di kawasan wisata arung jeram ini memiliki 5 kanal dengan ketinggian 2-3 meter dan tingkat kesulitan berkisar level 2-3. Terdapat sekitar 8 jeram, beberapa di antaranya dengan ketinggian hingga 4 meter sehingga cukup menantang para rafter. Menariknya, rafting di Kasembon ini tidak memandang musim, baik musim kemarau maupun hujan tetap bisa dilakukan. Pasalnya, air sungainya berasal dari Bendungan Mendalan. Besar kecilnya air bisa diatur sehingga memudahkan pilihan bagi rafter pemula atau profesional. Bagi pemula, luapan airnya bisa diturunkan sedangkan untuk profesional, airnya bisa dinaikkan sesuai keinginan. Rafting di Kasembon ini juga aman sebab tebingnya tidak terlalu tinggi sehingga cocok untuk pengarung pemula yang ingin merasakan derasnya aliran sungai tersebut.

 Keunggulan rafting Kasembon antara lain; tidak perlu melakukan trekking yang melelahkan karena jarak dari base camp ke starting poin dekat, tingginya beberapa “boom” serta bisa mendatangkan sensasi yang menantang bagi pengunjung, pemandangan alam pedesaan dikelilingi pegunungan dan hamparan padi yang begitu mempesona, bisa menikmati indahnya matahari terbenam saat sore hari, dan sebagainya.

 Selain berarung jeram atau rafting, terdapat banyak fasilitas bagi pengunjung di Kasembon. Di antaranya adalah outbond training (team building), flying fox, airsoftgunt dan paintball, camping atau berkemah, offroad, trail, sepeda gunung, hingga corporate gathering untuk keluarga.

 Selain itu, Batu juga mneyediakan lokasi untuk tandem paralayang. Di sini anda bisa mengetahui bagaimana rasanya menjadi elang, bagaimana rasanya menyentuh awan atau bagaimana rasanya memiliki baling-baling bambu. Dengan paket seharga Rp 350.000 – Rp 500.000 anda bisa mendapatkan pengalaman berbeda yang sayang untuk dilewatkan.

 

  1. 9.  Nonton Arema di Stadion Gajayana

Siapa yang tidak tahu Arema dan Singo Edannya? Arema atau Arek Malang merupakan nama klub sepak bola di kota Malang. Sejak hadir di persepak bolaan nasional, Arema telah menjadi ikon dari warga Malang Raya dan sekitarnya. Sebagai perwujudan dari simbol Arema, hampir di setiap sudut kota hingga gang-gang kecil terdapat patung dan gambar singa. Kelompok suporter mereka dipanggil Aremania dan Aremanita (untuk pendukung wanita) dengan atribut berwarna dominan biru dan merah.

 

Stadion Gajayana sudah menjadi "nyawa" dan keramat. Salah satu stadion tertua di Indonesia ini telah menjadi saksi kedigdayaan Arema ketika menjuarai Galatama yang kala itu diarsiteki Gusnul Yakin. Menyaksikan Arema bertanding di stadion Gajayana tentu menjadi acara yang menarik. Anda akan merasakan jiwa dan semangat yang terbakar ketika pertandingan dimulai, dan saat yel-yel dikumandangkan, ditambah dengan konvoi yang hingar bingar. Pengalaman ini tentunya wajib dirasakan ketika anda berkunjung ke Malang.

 

  1. 10.  Oleh-oleh Khas Malang

Berkunjung ke Malang tidaklah lengkap jika belum belanja oleh-oleh. Ada banyak oleh-oleh yang bisa anda dapatnya. Yang pertama adalah kripik tempe di daerah Sanan. Anda dapat membeli kripik tempe dengan berbagai rasa yang lezat. Terdapat juga kripik buah seperti apel, nangka dan sebagainya. 

Pia mangkok merupakan pia legendaris dari kota malang. Teksturnya gurih dan garing tapi ketika digigit kulitnya tidak terlalu banyak berjatuhan, sedangkan fillingnya lembut dan enak. Terdapat banyak rasa, namun yang menjadi favorit adalah kacang hijau dan cokelat.

 

Tidak dipungkiri bahwa bakso adalah makanan khas Malang yang belum ada tandingannya. Konon disebutkan bahwa bakso yang ada di pinggir jalan kota Malang masih lebih enak dari bakso paling enak di kota lain. Bakso ini dapat dijadikan sebagai oleh-oleh karena beberapa kedai bakso menjual bakso beku yang bisa dibawa bepergian.

 Bakpao telo merupakan sebuah inovasi yang berupaya melestarikan telo atau ubi sebagai bahan makanan pokok di Jawa. Teksturnya tidak kalah lembut dibanding bakpao yang terbuat dari tepung. Fillingnya juga beraneka ragam. Bakpao telo umumnya berwarna ungu atau hijau.

 Dan apel adalah buah wajib yang harus dibeli sebagai oleh-oleh. Rasa khas dari apel Malang adalah berwarna hijau muda dengan tekstur yang gurih, manis dan sedikit asam.